Sabar

Saya sebenernya lelah untuk menyemangati diri sendiri untuk sabar. Masalah yang bertubi, bahkan seperti tak ada habisnya. Maklum saja, saya seorang disabilitas. Kadang adakalanya minder, berpikir buruk pada orang lain, dll.

Tapi saya coba berpikir positif terhadap semua orang termasuk istri, papa, mama, emak, abah, bahkan adik dan saudara.
Saya lihat banyak hal yang berubah dengan pikiran negatif. Saya memang harus bersabar dan berpikir positif atau huznudzon. Paket yang tak terpisahkan.

Biarlah hanya saya yang tau masalahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar